Berau Membara Bulan ini

Sepanjang bulan september ini, setiap siang ditengah hari berharap akan turunnya hujan, tapi awan cerah diatas langit sana sepertinya masih enggan untuk memijakkan kakinya dibumi Batiwakkal ini. Awan putih bak kapuk dari tumbit melayu itu hanya asyik bermain seperti anak kecil sedang berlarian saat tertiup angin. Sesekali mereka berpencar membentuk pola aneh mirip kadayau, ada juga yang mirip kuyuk, bahkan sering kali siawan muncul dengan rupa kadabang.
Awan Mirip Anjing

Rindu rasanya dengan suasana sore selepas hujan turun dihiasi pelangi warna-warni, berharap bidadari cantik turun untuk mandi disungai Kelay, lattuk bassai pun pasti kujalani walaupun akhirnya hanya bisa mendapat sepenggal hati.

Berau membara bulan ini, sudah cukup lumayan lama rasanya, mungkin makan masih enak tapi tidur siang kadang tidak nyenyak dengan panasnya hari. Ditambah lagi seringnya tiba-tiba lampu mati kipas angin jadinya tidak berfungsi, makin panas...panas....panas....dan panas.

Itulah gai, cada dangkita kapanasan kah amun talla siang ari. abisia anu mamakai AC mungkin nyaman saja rasanya cada kapanasan pagila. Amun dami diaku ini, sukkur bakipas angin saja, baik baniapa jannaknya kipas attu baputar, tattap saja panas rasanya.

Biasanya panas damini ini kamarrang urang barat attu, kadampanya sunggu bajammur dipantai Derawan sana attu. Tapi amun panasnya damini ini, baik urang barat bule attu pasti cada tahan jua, BAKUTAPAK jua attu iya.
Posted by: Blogger Berau Updated at: 9:16 AM

No comments:

Post a Comment